Email Bisnis dengan Domain Sendiri: Manfaat, Cara Membuat, dan Pengaturannya
Email seperti [email protected] lebih meyakinkan dibanding email gratisan. Pelajari manfaat email bisnis, cara membuatnya, dan pengaturan agar email tidak masuk spam.
Bayangkan Anda menerima dua penawaran kerja sama. Yang satu dikirim dari ptmajujaya2019@gmail.com, yang lain dari info@majujaya.co.id. Tanpa membaca isinya pun, banyak orang langsung menilai penawaran kedua lebih serius. Alamat email adalah kesan pertama yang sering diremehkan.
Email bisnis adalah alamat email yang memakai nama domain milik usaha, seperti nama@namabisnis.com. Artikel ini membahas manfaatnya, pilihan cara membuatnya, pengaturan teknis agar email tidak masuk spam, dan tips menggunakannya dalam tim.
Apa Itu Email Bisnis?
Email bisnis menggunakan domain yang sama dengan website Anda. Jika website Anda namabisnis.com, email bisnisnya bisa berupa info@namabisnis.com, sales@namabisnis.com, atau nama@namabisnis.com. Domain ini harus Anda miliki terlebih dahulu. Jika belum memahami domain, baca artikel perbedaan domain dan hosting.
Manfaat Email Bisnis
Terlihat profesional dan tepercaya
Alamat email yang sama dengan website menunjukkan bahwa usaha Anda resmi dan dikelola dengan serius. Ini penting saat mengirim penawaran, invoice, atau berkomunikasi dengan klien korporat.
Memperkuat merek
Setiap email yang Anda kirim ikut memperkenalkan nama domain dan merek Anda kepada penerima.
Kendali atas akun tim
Ketika karyawan keluar, akun email bisnisnya tetap milik perusahaan. Riwayat komunikasi dengan klien tidak hilang dan bisa dialihkan ke anggota tim lain. Hal ini sulit dilakukan jika karyawan memakai email pribadi.
Alamat berdasarkan fungsi
Anda bisa membuat alamat seperti sales@, cs@, atau keuangan@, sehingga pelanggan tahu harus menghubungi ke mana dan pesan tidak tercampur.
Mengurangi risiko penipuan
Ketika semua komunikasi resmi memakai domain sendiri, pelanggan lebih mudah mengenali email palsu yang mengatasnamakan usaha Anda dari alamat lain.
Pilihan Cara Membuat Email Bisnis
1. Email dari paket hosting
Banyak paket hosting sudah termasuk layanan email. Anda bisa membuat akun email dari panel hosting dan mengaksesnya lewat webmail atau aplikasi email di ponsel. Pilihan ini hemat dan cocok untuk usaha kecil.
2. Layanan email khusus
Layanan seperti Google Workspace atau Microsoft 365 menyediakan email dengan domain sendiri, ditambah aplikasi kolaborasi seperti dokumen, kalender, dan penyimpanan. Biayanya dihitung per pengguna, sehingga cocok untuk tim yang membutuhkan fitur kolaborasi.
Mana yang sebaiknya dipilih?
Untuk tim kecil yang hanya butuh kirim dan terima email, email dari hosting biasanya sudah cukup. Untuk tim yang banyak berkolaborasi atau membutuhkan kapasitas penyimpanan besar, layanan email khusus lebih praktis.
Langkah Membuat Email Bisnis dari Hosting
- Pastikan domain sudah terhubung ke hosting.
- Masuk ke panel hosting, lalu buka menu email.
- Buat akun baru, misalnya info@namabisnis.com, dan tentukan kata sandi yang kuat.
- Atur kapasitas kotak masuk sesuai kebutuhan.
- Hubungkan akun ke aplikasi email di ponsel atau komputer memakai pengaturan IMAP dan SMTP dari penyedia hosting.
- Kirim email uji ke alamat lain dan periksa apakah masuk ke kotak masuk, bukan folder spam.
Pengaturan Penting Agar Email Tidak Masuk Spam
Tiga pengaturan berikut membantu penyedia email penerima memastikan bahwa email Anda benar-benar dikirim oleh server yang berhak memakai domain Anda.
SPF
SPF adalah record DNS yang mencantumkan server mana saja yang boleh mengirim email atas nama domain Anda. Google menjelaskan cara membuatnya di panduan Set up SPF.
DKIM
DKIM menambahkan tanda tangan digital ke setiap email, sehingga penerima bisa memastikan email tidak diubah selama perjalanan dan memang berasal dari domain Anda.
DMARC
DMARC memberi tahu penyedia email penerima apa yang harus dilakukan jika email gagal lolos pemeriksaan SPF atau DKIM, serta bisa mengirim laporan kepada Anda.
Menurut pedoman pengirim email Gmail, setiap pengirim ke akun Gmail harus menyiapkan SPF atau DKIM, sedangkan pengirim lebih dari 5.000 pesan per hari ke Gmail sejak 1 Februari 2024 wajib memenuhi persyaratan yang lebih ketat, termasuk SPF, DKIM, dan DMARC. Bagi usaha kecil, memasang ketiganya sejak awal adalah langkah yang aman.
Tips Menggunakan Email Bisnis
- Gunakan format alamat yang konsisten, misalnya nama@ untuk perorangan dan fungsi@ untuk alamat bersama.
- Buat tanda tangan email berisi nama, jabatan, nomor telepon, dan link website.
- Aktifkan verifikasi dua langkah jika tersedia, karena akun email adalah kunci untuk mereset banyak akun lain.
- Atur penerusan dan alias agar email ke alamat bersama sampai ke orang yang tepat.
- Jangan kirim email massal dari kotak masuk biasa. Gunakan layanan email marketing agar reputasi domain tetap terjaga.
- Periksa kapasitas kotak masuk secara berkala agar email penting tidak ditolak karena penuh.
Contoh Struktur Email untuk Usaha Kecil
- info@namabisnis.com: dicantumkan di website dan kartu nama, diteruskan ke pemilik dan admin.
- sales@namabisnis.com: untuk penawaran dan permintaan harga.
- admin@namabisnis.com: untuk mendaftar layanan seperti hosting, domain, dan media sosial, sehingga akses tetap milik perusahaan.
- nama@namabisnis.com: untuk setiap anggota tim yang berhubungan langsung dengan klien.
Etika dan Kebiasaan Baik Berkirim Email Bisnis
- Subjek yang jelas. Tuliskan inti pesan di subjek, misalnya “Penawaran Harga Katering untuk 150 Porsi – 12 November”.
- Balas dalam waktu wajar. Jika belum bisa menjawab lengkap, kirim balasan singkat bahwa pesan sudah diterima dan kapan jawaban akan dikirim.
- Lampiran yang rapi. Gunakan nama file yang deskriptif dan format yang umum, seperti PDF untuk penawaran.
- Gunakan CC dan BCC dengan bijak. Jangan membuka daftar alamat pelanggan kepada penerima lain.
- Aktifkan balasan otomatis saat libur, berisi kontak alternatif yang bisa dihubungi.
Pindah dari Email Gratisan ke Email Bisnis
Jika selama ini bisnis memakai email gratisan, perpindahan bisa dilakukan bertahap. Buat email bisnis, perbarui alamat di website, kartu nama, profil media sosial, dan Google Business Profile, lalu aktifkan balasan otomatis di email lama yang memberitahukan alamat baru. Pindahkan juga pendaftaran akun-akun penting ke email bisnis agar aksesnya tetap milik perusahaan.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Mendaftarkan semua akun penting (domain, hosting, media sosial) memakai email pribadi karyawan.
- Lupa memindahkan record MX saat pindah hosting, sehingga email berhenti diterima.
- Tidak memasang SPF dan DKIM, sehingga email sering masuk spam.
- Memakai kata sandi lemah atau sama di banyak akun.
- Membiarkan kotak masuk penuh.
FAQ seputar Email Bisnis
Apakah email bisnis harus berbayar?
Email bisnis membutuhkan domain, yang memang perlu didaftarkan dan diperpanjang. Layanan emailnya sendiri sering sudah termasuk dalam paket hosting, sehingga tidak selalu ada biaya tambahan.
Bisakah email bisnis dibuka di Gmail atau aplikasi ponsel?
Bisa. Email bisnis dari hosting dapat ditambahkan ke aplikasi email di ponsel atau komputer memakai pengaturan IMAP dan SMTP. Beberapa layanan juga memungkinkan pengelolaan lewat aplikasi Gmail.
Apakah bisa punya email bisnis tanpa website?
Bisa. Yang dibutuhkan hanya domain dan layanan email. Website bisa dibuat kemudian dengan domain yang sama.
Berapa banyak akun email bisnis yang dibutuhkan?
Mulailah dari kebutuhan nyata: satu alamat umum untuk pelanggan, satu alamat untuk administrasi akun, dan satu alamat per orang yang berhubungan langsung dengan klien. Akun bisa ditambah seiring tim berkembang.
Mengapa email saya masuk spam di tempat penerima?
Penyebab paling umum adalah SPF, DKIM, atau DMARC yang belum diatur, isi email yang menyerupai spam, atau alamat IP server yang reputasinya kurang baik. Periksa pengaturan DNS terlebih dahulu.
Kesimpulan
Email bisnis dengan domain sendiri membuat usaha terlihat profesional, memperkuat merek, dan memberi kendali atas akun tim. Anda bisa membuatnya lewat paket hosting atau layanan email khusus. Jangan lupa mengatur SPF, DKIM, dan DMARC agar email sampai ke kotak masuk penerima, serta memakai email bisnis untuk mendaftarkan akun-akun penting perusahaan.
Email bisnis juga sebaiknya tercantum di halaman kontak website. Tips menyusun halaman perusahaan ada di artikel website company profile.
Email Bisnis Sudah Termasuk dalam Paket
Semua paket website Crosslife sudah termasuk email bisnis, domain .com, hosting, dan SSL gratis di tahun pertama. Lihat paket dan harganya atau konsultasikan kebutuhan Anda.
Referensi
- Gmail Help: Email sender guidelines
- Google Workspace Help: Set up SPF
- Cloudflare Learning Center: What is DNS?
Butuh website untuk bisnis Anda?
Konsultasi gratis dengan tim Crosslife dan dapatkan rekomendasi terbaik.
Kategori: Tips Website