Lewati ke konten

Riset Keyword untuk Website Bisnis: Cara, Alat Gratis, dan Contohnya

Tim Crosslife 7 menit baca
Kaca pembesar di atas koleksi perangko

Riset keyword membantu Anda menulis halaman yang benar-benar dicari calon pelanggan. Pelajari langkahnya, alat gratis yang bisa dipakai, dan contoh pemetaan keyword.

Banyak pemilik bisnis menulis halaman website dengan istilah yang mereka pakai sendiri, padahal calon pelanggan mencarinya dengan kata yang berbeda. Akibatnya halaman jarang ditemukan, walaupun isinya bagus. Riset keyword menjembatani perbedaan itu: Anda mencari tahu kata apa yang benar-benar diketik orang, lalu memakainya untuk menyusun halaman dan artikel.

Panduan ini membahas cara melakukan riset keyword untuk website bisnis memakai alat gratis, cara memilih keyword yang realistis, dan contoh pemetaan keyword ke halaman.

Apa Itu Riset Keyword?

Riset keyword adalah proses menemukan dan memilih kata kunci yang dipakai calon pelanggan saat mencari produk, layanan, atau informasi yang berkaitan dengan bisnis Anda. Hasilnya dipakai untuk menentukan topik halaman, judul, heading, dan isi konten.

Riset keyword bukan sekadar mencari kata dengan pencarian terbanyak. Tujuannya menemukan kata yang relevan, punya niat yang sesuai, dan realistis untuk dimenangkan oleh website Anda.

Memahami Search Intent

Search intent adalah tujuan di balik pencarian. Kata kunci yang mirip bisa punya niat berbeda:

  • Informasional: ingin belajar. Contoh: “cara merawat AC”.
  • Komersial: sedang membandingkan sebelum membeli. Contoh: “biaya servis AC per unit”.
  • Transaksional: siap membeli atau menghubungi. Contoh: “jasa servis AC Bekasi”.
  • Navigasional: mencari merek atau situs tertentu. Contoh: “nama toko + alamat”.

Kata kunci transaksional cocok untuk halaman layanan, sedangkan kata kunci informasional cocok untuk artikel blog yang kemudian menaut ke halaman layanan.

Alat Gratis untuk Riset Keyword

Google Autocomplete

Ketik kata dasar di kolom pencarian Google dan perhatikan saran yang muncul. Saran tersebut berasal dari pencarian yang benar-benar dilakukan orang, sehingga sangat berguna untuk menemukan variasi dan pertanyaan yang umum.

“People also ask” dan pencarian terkait

Di halaman hasil pencarian, perhatikan kotak pertanyaan terkait dan daftar pencarian di bagian bawah. Ini sumber ide yang baik untuk bagian FAQ.

Google Search Console

Jika website sudah berjalan, laporan performa menunjukkan kata kunci yang sudah memunculkan website Anda. Cara membacanya ada di panduan Google Search Console.

Google Keyword Planner

Keyword Planner di Google Ads memberikan ide keyword dan perkiraan rentang volume pencarian. Alat ini bisa dipakai tanpa harus menjalankan iklan, tetapi angka volume yang ditampilkan berupa rentang perkiraan.

Sumber yang sering terlupakan: pelanggan Anda sendiri

Pertanyaan di chat WhatsApp, email, dan kolom komentar adalah data riset yang sangat berharga. Catat kalimat yang dipakai pelanggan, bukan istilah internal perusahaan.

Langkah Riset Keyword untuk Website Bisnis

  1. Tulis daftar topik inti. Mulai dari layanan atau produk utama, misalnya “servis AC”, “cuci AC”, dan “isi freon”.
  2. Kumpulkan variasi. Gunakan Autocomplete, pencarian terkait, dan pertanyaan pelanggan untuk setiap topik.
  3. Kelompokkan berdasarkan intent. Pisahkan keyword yang cocok untuk halaman layanan dan yang cocok untuk artikel.
  4. Cek hasil pencarian. Ketik keyword di Google dan lihat jenis halaman di posisi teratas. Jika semuanya artikel panduan, halaman penjualan murni akan sulit bersaing untuk keyword itu.
  5. Nilai peluang. Keyword panjang yang spesifik (long tail), seperti “servis AC inverter di Bekasi Timur”, umumnya lebih mudah dimenangkan website kecil dibanding keyword umum seperti “AC”.
  6. Tetapkan satu keyword utama per halaman. Tambahkan beberapa variasi sebagai keyword pendukung.

Contoh Pemetaan Keyword ke Halaman

Berikut contoh pemetaan untuk usaha jasa servis AC:

  • Halaman layanan: “jasa servis AC Bekasi” (transaksional).
  • Halaman harga: “biaya servis AC per unit” (komersial).
  • Artikel: “kenapa AC tidak dingin” (informasional), yang menaut ke halaman layanan.
  • Artikel: “berapa bulan sekali AC harus dicuci” (informasional).
  • Halaman kontak: nama usaha (navigasional).

Dengan pemetaan seperti ini, setiap halaman punya fokus yang jelas dan tidak saling bersaing.

Contoh Riset Langkah demi Langkah: Toko Kue Rumahan

Misalkan Anda memiliki usaha kue rumahan di Bogor yang menerima pesanan kue ulang tahun dan hampers. Prosesnya kurang lebih seperti ini:

  1. Topik inti: kue ulang tahun, hampers lebaran, kue kering.
  2. Variasi dari Autocomplete: ketik “kue ulang tahun” lalu catat saran yang muncul, misalnya variasi berdasarkan kota, bentuk, atau anggaran. Ulangi untuk topik lain.
  3. Pertanyaan pelanggan: dari chat WhatsApp, pertanyaan yang sering muncul misalnya “berapa hari sebelum acara harus pesan?” dan “bisa kirim ke luar kota?”.
  4. Pengelompokan: keyword yang mengandung nama kota dan kata “pesan” masuk ke halaman produk, sedangkan pertanyaan seperti cara menyimpan kue agar tahan lama masuk ke artikel.
  5. Cek hasil pencarian: untuk keyword produk + kota, hasil teratas biasanya Google Maps dan halaman toko. Artinya Google Business Profile dan halaman produk lokal sama pentingnya.
  6. Keputusan: buat halaman “Kue Ulang Tahun Custom di Bogor”, lengkapi Google Business Profile, dan tulis dua artikel dari pertanyaan pelanggan yang menaut ke halaman tersebut.

Dari satu sesi riset sederhana, Anda sudah mendapat rencana halaman dan konten untuk beberapa bulan ke depan.

Menyimpan Hasil Riset agar Mudah Dipakai

Buat satu lembar kerja sederhana dengan kolom: keyword utama, keyword pendukung, intent, halaman tujuan, status (belum ditulis, sudah terbit), dan tanggal terakhir diperbarui. Lembar ini membantu mencegah topik yang tumpang tindih dan memudahkan Anda melihat halaman mana yang perlu diperbarui.

Hindari Kanibalisasi Keyword

Kanibalisasi terjadi ketika beberapa halaman di website Anda menargetkan keyword dan niat yang sama. Google akan kesulitan memilih halaman mana yang paling relevan, sehingga keduanya bisa sama-sama lemah. Solusinya adalah membuat satu daftar keyword utama untuk seluruh website, lalu menggabungkan halaman yang tumpang tindih menjadi satu halaman yang lebih lengkap.

Kesalahan Umum dalam Riset Keyword

  • Hanya mengejar volume. Keyword populer sering kali terlalu umum dan dikuasai situs besar, sementara niat pencarinya belum tentu ingin membeli.
  • Memakai istilah internal. Nama produk atau jargon perusahaan jarang dipakai pelanggan saat mencari.
  • Mengabaikan lokasi. Untuk bisnis lokal, keyword yang memuat nama kota atau daerah sering kali paling bernilai.
  • Tidak melihat hasil pencarian. Tanpa memeriksa halaman teratas, Anda bisa salah menebak jenis konten yang dibutuhkan.
  • Mengarang angka. Gunakan data dari alat yang jelas sumbernya, dan pahami bahwa banyak angka volume berupa perkiraan.

Setelah Keyword Dipilih

Keyword baru berguna jika diterapkan dengan benar: di judul, paragraf pembuka, heading yang relevan, URL, dan meta description, tanpa dipaksakan. Panduan lengkapnya ada di checklist SEO on page. Untuk halaman yang ditujukan bagi iklan, pastikan juga strukturnya mengikuti prinsip landing page yang baik.

FAQ seputar Riset Keyword

Apakah harus memakai alat berbayar untuk riset keyword?

Tidak harus. Untuk website bisnis lokal atau UMKM, kombinasi Google Autocomplete, pencarian terkait, Search Console, Keyword Planner, dan pertanyaan pelanggan sudah cukup untuk memulai. Alat berbayar membantu jika Anda menjalankan konten dalam skala besar.

Lebih baik keyword dengan volume besar atau kecil?

Pilih yang paling relevan dengan bisnis dan realistis untuk dimenangkan. Keyword dengan volume kecil tetapi niatnya jelas sering kali menghasilkan calon pelanggan yang lebih siap membeli.

Berapa keyword yang boleh dipakai dalam satu artikel?

Satu keyword utama dan beberapa variasi atau istilah terkait. Fokus pada menjawab pertanyaan pembaca secara lengkap, maka variasi keyword biasanya muncul secara alami.

Apakah keyword berbahasa Inggris perlu dipakai?

Tergantung cara pelanggan Anda mencari. Beberapa istilah memang lebih sering dicari dalam bahasa Inggris, misalnya istilah teknis. Periksa keduanya di Autocomplete, lalu pakai bentuk yang paling sering muncul dan paling mudah dipahami pembaca Anda.

Seberapa sering riset keyword perlu diulang?

Tinjau kembali setiap beberapa bulan atau saat menambah layanan baru. Data Search Console sering memunculkan keyword baru yang layak dibuatkan konten.

Kesimpulan

Riset keyword adalah langkah memahami bahasa calon pelanggan. Mulailah dari topik inti bisnis, kumpulkan variasi dengan alat gratis, kelompokkan berdasarkan search intent, lalu tetapkan satu keyword utama untuk setiap halaman. Dengan pemetaan yang rapi, setiap halaman punya peran jelas dan peluang ditemukan di Google menjadi lebih besar.

Ingin Website dengan Struktur Halaman yang Siap SEO?

Crosslife membantu menyusun struktur halaman, judul, dan meta tag sejak tahap desain sehingga website siap dioptimasi. Konsultasikan rencana website Anda secara gratis.

Referensi

Butuh website untuk bisnis Anda?

Konsultasi gratis dengan tim Crosslife dan dapatkan rekomendasi terbaik.

Kategori: SEO

Artikel Terkait

Mulai Project

Siap Punya Website yang Bekerja untuk Bisnis Anda?

Ceritakan kebutuhan bisnis Anda. Konsultasi gratis, tanpa komitmen.

  • Konsultasi gratis
  • Gratis hosting & domain 1 tahun
  • Desain custom, bukan template